Pengobatan

Seberapa Aman Produk Herbal bagi Kesehatan?

Produk herbal lama dipercaya sebagai pendukung pengobatan untuk menangani sejumlah penyakit dan menjaga tubuh tetap sehat. Produk herbal dapat berupa obat-obatan atau suplemen yang berasal tumbuhan seperti daun, akar, bunga, serta bagian dari tumbuhan lainnya.

Seberapa Aman Produk Herbal bagi Kesehatan?

Namun, tidak semua produk herbal yang dipasarkan aman digunakan. Sebaiknya, pahami kandungan di dalam produk herbal agar Anda terhindar dari masalah kesehatan. Jika perlu, konsultasi ke dokter sebelum menggunakan produk herbal jenis apa pun.

Produk obat-obatan herbal sebenarnya memiliki kandungan yang hampir mirip dengan obat medis yang dijual di apotek. Namun, yang menjadikan produk herbal berbeda dengan obat medis adalah proses eksktraksi yang dilakukan. Produk herbal seringkali dicampur agar memperoleh keseimbangan, sementara sebagian besar obat medis hanya berkonsentrasi pada satu bahan aktif.

Selain itu, Anda juga harus berhati-hati karena tidak semua obat herbal mendapatkan izin dan terdaftar di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Produk herbal tidak termasuk kategori obat, melainkan suplemen, sehingga standarisasi dan peraturan yang diterapkan untuk proses perizinan oleh BPOM berbeda dengan obat medis. Anda dianjurkan untuk berkonsultasi terlebih dulu kepada dokter sebelum memakai produk herbal.

Seberapa Aman Produk Herbal bagi Kesehatan?

Penggunaan produk herbal, mungkin saja menimbulkan reaksi alergi pada sebagian orang. Produk herbal juga kemungkinan dapat berinteraksi dengan obat medis, sehingga menimbulkan efek samping. Sehingga, bila menggunakan produk herbal, maka pastikan Anda memerhatikan keterangan dosis, aturan pakai, serta efek samping dan kontraindikasi yang tertera pada kemasan, Bila perlu, konsultasikan dengan layanan konsumen produk atau pun dengan dokter Anda.

Penggunaan produk herbal pun harus diperhatikan menjelang tindakan operasi. Sebagian kandungan herbal mungkin dapat menyebabkan perdarahan pada waktu pemberian anestesi atau pembiusan. Hentikan pemakaian produk herbal sekurang-kurangnya dua minggu sebelum jadwal operasi.

Baca Juga:  Ciri-Ciri Penderita Penyakit Fistula Ani

Selain itu, bagi anak-anak, lansia, ibu hamil dan/atau menyusui, serta yang sedang mengonsumsi obat-obtan tertentu (pengencer darah seperti aspirin, dan obat penambah atau penurun tekanan darah), disarankan untuk memastikan penggunaan obat herbal kepada dokter terlebih dahulu.

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close